y u n i

Yang Terlupakan

Twins Birthday : (Shiro & Kuro)


“KUROOOOOO!!KUROOOOO!KUROOOIIII!!”

Teriak Shiro sambil meremas – remas selimut yang masih membalut hangat badan gadis berumur 21 tahun itu. Gadis itu masih memejamkan matanya namun tubuhnya menggeliat seolah membutuhkan seseorang untuk membangunkannya segera. Mengigau? Mungkin, namun dia hanya sedang mimpi buruk seperti biasanya.

Perlahan Shiro membuka matanya, mengangkat tubuhnya yang langsing untuk bangun dari tempat tidurnya dan duduk menatap dinding kamar yang berwarna putih bersih yang ada dihadapannya kemudian lambat laun Ia tersadar.

“huuuhhh, mimpiiii…” Hela Shiro lega sambil mengelap keringat sebesar biji jagung yang ada didahinya menggunakan lengan tangannya. Kemudian tangannya yang masih gemetaran berusaha meraih handphone dimeja yang terletak disamping tempat tidurnya.

“HUHHHH??!!!” Sontak Shiro kaget tidak percaya melihat dilayar handphone nya ada 17 missedcall dan 2 messages dari Vio.

“Duuhhhhh,,,, gawat gawat gawat!!”

Segera Shiro mencuci muka kemudian memakai hoodie berwarna coklat yang tersangkut dipaku yang ada dibalik pintu kamarnya. Ia bergegas pergi keluar kamar dan lanjut menyusuri gang kosan dengan buru – buru seperti dikejar setan.

“jam 3 pagi buta gini mau kemana neng? Duuuh yang satu gak pake jaket lagi, gak dingin tuh?” sapa satpam yang menjaga salah satu apartment yang ada disamping gang kosan Shiro.

“ehhh?! mau ke Stasiun Senen pak jemput temen dari Jogja.” Jawab Shiro ramah bercampur kaget melihat satpam berseragam putih yang duduk dibawah pohon jambu itu.

“hati-hati, masih gelap gini. Jangan kepisah nanti pas distasiun, bahaya lohhh!” tegas Pak Handi menasehati Shiro.

“euummhh!! Makasih pak.” jawab Shiro tergesa – gesa.

“laahhh dah tau masih gelap, kenapa dia duduk sendirian dibawah jambu yang lampu neonnya kedip – kedip gitu. Horror tauu..” gumam Shiro sambil mengernyitkan dahinya melihat satpam itu dan meninggalkannya segera.

∞∞∞∞∞

“Berapa pak?” tanya Shiro ke supir taksi yang membawanya dari depan gang Kosan sampai ke tempat tujuannya itu.

“gak usah neng! Cukup sekali bayar aja. Ya gak neng?” Jawab supir taksi itu sambil melempar senyuman kearah lain.

“heee??” sahut Shiro tidak percaya.

“waahhh,, bapak ini punya kelainan mata nihh. Pasti juling! Gw bediri dimana dia liatnya kemana,, huuhh,,,” gumam Shiro sambil menyisipkan uangnya kembali ke kantung belakang celana jeans nya.

“Serius nih p..p…” belum selesai Shiro bertanya untuk memastikan pembayaran argo taksi, supir itu sudah melaju kencang membawa taksi berwana birunya itu. Shiro pun hanya bisa bergumam sambil menepuk – nepuk kantong celananya yang berisi uang. “makasih pak, semoga Tuhan membalas kebaikan bapak. Heeeeheee”

∞∞∞∞∞

Shiro kembali menapaki jalan menuju pintu masuk stasiun Senen yang masih gelap namun riuh, padat dan sangat ramai orang – orang berlalu lalang yang sepertinya sedang menunggu kereta api untuk bepergian atau sudah turun dari kereta api kemudian berisitirahat sejenak disana.

Sambil celingukan, toleh sana toleh sini Shiro mencari – cari lorong masuk peron untuk menjemput temannya yang sudah menunggu sejak jam 2 dini hari tadi. Beberapa kali Ia menelpon temannya itu namun tetap saja temannya tidak bisa menjelaskan keberadaan mereka. Shiro berkali – kali berinisiatif bertanya ke petugas penjaga loket tiket sampai penjaga pintu masuk stasiun sampai akhirnya dia berhasil bertemu dengan teman – temannya yang dari jogja itu.

Dari kejauhan terlihat segerombol pria duduk dipinggir peron kereta api sambil menikmati sebungkus cemilan ditangan mereka. Tak lama kemudian seorang pria melambai – lambaikan tangannya ke arah Shiro.

“weeyyy! akhirnya muncul juga malaikat kitaaahh! Ehh kenalin nihh temen temen gw. Itu Dana, ini Yuli yang gak pake baju itu Celo.” Sambut Vio sambil mengenalkan teman – temannya yang memang tidak Shiro kenal.

“Shiro desu, yoroshiku neee” Jawab Shiro sambil memperkenalkan diri ala bahasa Jepang.

“ehhhh, Shiro orang jepang?” tanya Celo kaget.

“iyaaaahhhh! Keturunan ke tujuh tapi. HAHAHA. Jadi lo Selo aja, gw fasih bahasa Indonesia kok. Weeee.” Jawab Shiro sambil melesetin nama Celo menjadi Selo alias kalem.

“wiiihh kirain sendiri aja! Adek nya gak dikenalin ke kita nih? imuut banget..kawaiii~” tanya Vio sambil menepuk pundak Shiro.

“laah ,, emang gw sendiri! Mau ama siapa coba? Sekuriti kosan? Hahahhaa” jawab Shiro dengan aksi bercandanya.

Perbincangan yang seru itu dalam sekejab menjadi garing dan suasana menjadi sunyi seakan waktu berhenti sejenak kala itu. Vio, Dana, Yuli dan Celo hanya bisa saling berpandangan dengan perasaan mulai tidak enak.

“kalian kenapa sih? Kok diem? Huhhh kenapa?” tanya Shiro penasaran.

“kita ngopi dulu yuuk sambil sarapan, dimana keek! Lagian disini agak gelap!” ajak Dana sambil mengusap – usap lengannya beberapa kali seakan menghangatkan badan dari dinginnya udara pagi.

∞∞∞∞∞

Shiro, Vio dan teman – temannya terlihat asik menikmati sarapan disalah satu restaurant ala Amerika yang ada diseberang stasiun Senen. Shiro memang sudah antusias sejak 2 bulan yang lalu. Saat itu Ia mendengar Vio dan teman – teman bandnya akan mengisi acara disalah satu Event Japanese Culture yang ada dijakarta. Hari yang dinantikannya itu sudah tiba dan dia sangat terlihat senang bertemu teman jauhnya itu.

“Shiro, lo anak kembar ya?” tanya Yuli sambil mengigit burger yang ada ditangannya.

“loohh, kok tau? Kita kan baru kenal… Dihh stalker ya? ” ejek Shiro dengan nada riang.

“ehh gw jago ramal kaliiiii! coba gw tebak yaaa, euummh hari ini lo ulang taun kan? Yeayyyy, Otanjobi Omedetou!! Teruuus terus itu baju kesayangan lo kan ya? Teruuuss euumhhh..” Yuli berfikir keras untuk memperjelas profile Shiro.

“duuhh Yuli apaan siiih? Kepo dehh!! Iya gw anak kembar, dan hari ini gw ulang taun,yeayyyy! Arigatou gozaimasu!! tapii gimana lo tau ini baju kesayangan gw coba? Ngacoo dehh,,,huuu~” jawab Shiro sambil bergurau.

Yuli dan Vio saling berpandangan kemudian terlihat saling bisik – bisik. Sedangkan Shiro hanya melongo bete melihat mereka berdua asik berdiskusi dengan suara yang hampir tidak Ia dengar.

“ehh jangan bisik – bisik doong, nanti ada setan lohh..” seloroh Shiro lagi.

“okeehh ini pertanyaan penting, abis ini kita gak kepo lagi deh. Boleh tau gak kenapa baju itu lo suka banget?“ tanya Yuli serius ke gadis yang memakai gaun putih tanpa lengan yang dibalut hoodie berwarna coklat itu.

“ohh ini,,, yakin nih nanya?” tanya Shiro memastikan ke empat teman barunya itu sambil mengedip – ngedipkan matanya yang sipit.

“HE’EH!!” jawab mereka serentak.

“jadiii, ini baju ulang taun gw yang ke 17 taun. Awet yaahhh? Sampe gw umur 20 eh 21 deng hari ini,, masih bisa gw pake aja. Ini baju terakhir ulang taun gw bareng kembaran gw. Jadi jangan macem – macem ama baju ini, KE RA MAT! Mau tau kenapa gw bilang terakhir?” tanya

Advertisements

Your Thoughts?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on June 5, 2013 by in SHORT STORY.

ARCHIVES BLOG

CATEGORIES POST

  • 54,489 hits

Via Instagram

Long time no post. 😅😅😅 Mudik ... Gak kebagian tempat. Karena telat trus luberrr. Kebagian dikit doang abis itu jajan 😂 Apakah dia sejenis bulldozer yg merana? ( Alias pengangguran )

#indonesiandiecaster  #diecast Satu2 nya Monster Truck yang masih utuh. Lainnya dah pada cacat 😅

#indonesiandiecaster #diecaster Masing inget foto Rafif nggrindil di Penvil?

Nah, sepulang dari situ dia demam, batuk, pilek. Sampe hr ini masih ada pileknya.

Sebenernya awalnya dia gak mau pulang dari Pirate. Tapi trus di iming2in es krim nitrogen. Jadi dia nyerah deh. Pas makan kok dia kayak batuk2 gitu trus meler hidungnya. Ntah krn abis nangis atau krn abis ngeskrim tuh melernya.

Es krim abis, kita turun via eskalator. Dan dia melihat pajangan buanyaaaaknya Hotwheeeellllllsssss.

Nangis lagi dah dia. Kata dia " Adek mau main main mobiuuuu. Anyaak main main Adek mauuu!" Klo dijual sih gakpapa, lah itu pedagangnya cuma jual raknya aja, hotwheel nya kagak dijual. Emak bisa apa?

Akhirnya, kita mampir ke hypermart. Dan dia membabi buta beli segala macem diecast.

Tapi demi mengontrol emosi dan nafsu sesaat. Jadi cuma emak beliin 2 aja. 
Dan mobil ini salah satunya.

Kebayang gak klo anak laki kita ada lebih dari 2 dengan hobi yg sama dan gak mau berbagi? Tumpur lah bapake ... 😂

#indonesianDiecaster #diecaster Ayooo, siapa yg mau ikut ke Secret Zoo.

Bolehlah naik dengan percumaaa 🎶

#diecaster #diecasteramatir Mei Mei

Sikucing kampung jantan. Sehari aja Rafif tanpa laptop. Awalnya nangis2 air mata buaya. Lama2 bodo amat dah yaa. Saatnya milihin mainan kesukaan.
Follow y u n i on WordPress.com
%d bloggers like this: