y u n i

Daily Life : Fangirling, Home Gardening, Cooking, storytelling and All Random Posting. Eeeeverything!

SYAM Ep 1 : Berakhirnya Masa Ospek


“YUKINA! MAJU!” teriak senior berambut gimbal itu sambil menjulurkan tongkat saktinya ke arah Yukina yang berdiri dibarisan paling depan tepat didepan senior itu berdiri.

“Siap Kak.” Jawab Yukina pelan karena merasa gugup.

“KURANG KENCENG!” teriak senior itu lagi dengan mata melotot.

“SIAP KAK!” jawab Yukina lagi dengan suara lantang.

“Ahhh bukan itu maksud Gue! Ituuuh, gesper Lo kayaknya kurang kenceng jadi celana Lo agak melorot.” Kata senior itu menjelaskan kata kenceng yang dia maksud.

 Yukina segera merapikan seragam ospeknya serta mengencangkan gesper yang memang dirasanya kendor. Maklum saja gesper itu dia pinjam dari ayahnya, jadi tentu saja lubang gesper tidak sesuai dengan lingkar pinggangnya.

“Maju! Perkenalkan diri!” senior itu masih berteriak dengan nada antagonis. Mungkin setiap senior harus masuk ke peran antagonis bila ingin terlihat keren didepan mahasiswa baru.

“Dimulai dari mana kak?” tanya Yukina polos.

“Dari mata turun ke hati!” Jawab senior itu dengan muka judes, kemudian semua Mahasiswa Baru juga seluruh panitia ospek tertawa berjama’ah.

Ini hari terakhir ospek bagi Yukina setelah 2 minggu di ospek oleh senior – seniornya yang dia anggap kurang waras. Bukan, bukan hanya senior dan panitianya yang kurang waras tapi juga staff akademik sampai rektornya juga. Beberapa kali Yukina mengalami hal – hal yang dirasanya ganjil dan seharusnya tidak terjadi di kampus yang terkenal seperti kampus ini.

Awalnya Yukina senang bisa masuk ke University of the Art yang terkenal dikotanya. Universitas yang banyak direkomendasikan oleh sekolah – sekolah bahkan juga oleh mamanya. Mamanya bersi keras menyuruh Yukina agar bisa masuk ke Universitas ini. Namun rasa senang dan bangga itu sepertinya pupus setelah menjalani ospek selama 2 minggu. Namun dia bertekad untuk tetap bertahan disini demi nama baik keluarganya dimata masyarakat yang sudah terlanjur bangga dengannya karena bisa masuk di Universitas itu.

“Jadi bintang Lo Virgo?” tanya perempuan yang berdiri disampingnya dengan nada bisik – bisik.

“Siapa yang bilang?” tanya Yukina balik dengan nada bisik – bisik pula.

“Kan Lo tadi bilang lahir tanggal 13 bulan 9 kan?” tanya perempuan itu lagi.

“Penting banget ya dibahas sekarang? Gue gak mau dihukum minum jus wortel campur putih telur lagi sama senior gimbal itu gara – gara ngobrol ama Lo!” tegas Yukina sedikit khawatir.

“Penting banget. Soalnya Gue bakal ramal hidup Lo selama dikampus ini. Sehabis ospek ini deh Gue janji.” Jawab Yuna dengan penuh rasa tanggung jawab.

“Lo gak usah janji, soalnya Gue juga gak butuh.”

“Lo jangan gitu, Gue udah 3 kali masuk ke kampus ini selama 3 tahun berturut – turut. Dan setiap tahunnya, ramalan Gue tentang Gue sendiri dan temen – temen pasti bener. Percaya deh.” Promosi Yuna dengan nada percaya diri.

“Ehh, ELo yang disitu, yang lagi ngobrol! Ngapain masuk jurusan ini lagi? Ayo sini minum jus! Ngobrol terus! Buruan!” Gertak senior dengan gaya sparklingnya ngospek Mahasiswa Baru memakai skiny jeans sambil mengambil segelas jus wortel yang dicampur dengan telur ayam dari galon yang ada tepat disampinnya.

“Tuuhh, kan dia inget Gue. Dah Gue bilang Gue tuh terkenal disini.” lanjut Yuna lagi.

“Lo tuh, seharusnya malu bukan bangga.” Gumam Yukina sambil menyunggingkan bibirnya.

Ospek berakhir dengan acara tukar gesper sesama mahasiswa baru. Dan sialnya gesper Yukina itu adalah gesper ayahnya. Ada rasa enggan dalam diri Yukina saat menukarnya dengan gesper perempuan yang ada disampingnya tadi. “Sori, ini gesper bapak Gue. Jadi pasti bakal gak bisa Lo pake juga.”

“Ahh, gakpapa. Gue juga sering make gesper engkong Gue kok. Jadi, tar bapak Lo bakal make gesper Gue dong?” tanya perempuan yang kelihatanya blasteran korea betawi itu.

“Gak yakin sih, tapi tar kita bisa tuker lagi kan pas pulang? Tanya Yukina memastikan. “Nama Lo siapa sih? Kok kayaknya senior susah bener nginget nama Lo, padahal kan Lo dah 3 kali jadi Mahasiswa Baru disini.” Tanya Yukina lagi.

“Nama Gue sebenernya Yulia Nandi. Karena terlalu panjang dan terkesan kayak kalimat tanya, jadi Gue singkat aja jadi Yuna. Biar kayak artis – artis korea gitu.”

“Perasaan nama Lo pendek dah, kenapa senior susah nginget nama Lo? Ohh mungkin otak mereka dah pada sengklek atau nama panggilan ama nama absen Lo gak singkron. Eh, Lo terobsesi jadi artis kpop ya? Kok dandanan Lo rada extream gitu, kayak mau syuting musik pidio aja.” tanya Yukina sambil menyendok makanan yang terhidang dipiringnya.

“Berarti otak Lo juga sengklek dong? Kan Lo juga gak bisa nginget nama Gue, padahal dah 2 minggu kita diospek bareng.” Sanggah Yuna sambil mengambil perlengkapan ramalnya yang terdiri dari buku ramalan bintang sampai dengan primbon yang sudah terlihat usang. “Ohh, ini gaya Gue tahun ini. Gue emang ganti – ganti gaya setiap tahun nya, biar gak ada yang ngenalin gitu sih niatnya. Tapi ya tetep aja mereka kenal Gue, maklum muka mainstream.” Lanjut Yuna menjelaskan.

Yukina tidak merespon apapun dari penjelasan Yuna barusan. Dia hanya memperhatikan gerak – gerik Yuna sambil menyantap makan siangnya. Dalam hatinya dia masih tidak menyangka perempuan yang dihadapannya sudah 3 kali diospek dikampus ini, dan yang paling mengherankan kenapa dia mengambil jurusan yang sama setiap tahunnya. Mungkin senior gimbal itu tadi juga dulunya adalah anak seangkatan dia 3 tahun yang lalu.

“Inget bintang yang paling terang yang disebut – sebut di pilem Surat Kecil Untuk Tuhan?” tiba – tiba Yuna mulai serius dengan kegiatan meramalnya.

“Spica?” jawab Yukina singkat.

“Nah itu. Otak Lo jernih ya.” Puji Yuna tanpa memperhatikan posisi Yukina yang sudah khawatir melihat perlengkapan ramalnya.

“Otak Gue sih biasa aja, mungkin otak Lo aja yang terlampau keruh.” Bantah Yukina dengan nada datar.

“Karena zodiak Lo Virgo dan bintang terang Lo Spica, maka menurut ramalan Gue. Lo bakal lulus masuk ke kampus ini.”

“Kan kita dah kelar ospek barusan. Gak perlu Lo ramal juga kali.”

“Dan Lo bakal lulus dari kampus ini juga, walau rada aneh sih plot nya.” Lanjut Yuna tanpa mengomentari komentar Yukina.

“Plot? Lo pikir Novel?”

“Soalnya, ada beberapa kisah dimana Lo nanti bakal nangis karena cowok.”

“Gue bukan gay Loh Yun!”

“Dan Lo bakal sedikit teraniaya dibeberapa mata kuliah, jadi Lo mesti sabar aja.”

“Mahasiswa sabar disayang dosen?”

“Dan emak Lo,,,”

“Ahhh udah! Ramalan Lo ngacok! Gue mau pulang!” sela Yukina memotong penjelasan Yuna tentang ramalannya itu.

“Gespernya?” teriak Yuna ke arah Yukina yang sudah berlalu dari hadapannya.

Tanpa menghiraukan teriakan Yuna, Yukina terus berjalan melewati jalan setapak keluar dari kampus sampai akhirnya ia menemukan kosan kecil yang ditempati kakak laki – laki nya. Tanpa permisi Yukina masuk dan langsung mendapati kakaknya sedang berada di kamarnya.

“Jadi Lo dah kelar ospek?” tanya kakak nya sambil merapikan kamarnya yang terlihat berantakan.

“Udah. Gue males pulang, Gue nginep sini ya? Perjalanan naik kereta bikin Gue capek, belom lagi klo di grepe om – om.” Yukina mulai mengeluarkan alasannya mampir kekosan kakaknya.

“Sampe kapan?”

“Sampe minggu depan.” Jawabnya polos sambil merebahkan badannya ke lantai.

“Itu bukan nginep, tapi numpang!”

“Tenang, Gue bawa piring, sendok juga gelas kok. Jadi Lo gak perlu khawatir tentang keadaan Gue selama disini.” Bujuk Yukina.

“Lo pikir ini asrama? Klo Lo males pulang, bilang ama mama kalau lebih baik Lo ngekos aja deket kampus.” Nando tampak serius memberikan saran ke Yukina.

“Gue takut, kalau mesti sekosan bareng cowok – cowok gitu.”

“Emang gender Lo apa, kok takut cowok?”

“Gender? Nih tadi Gue abis beli dua. Klo mau ambil aja satu.” Yukina mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

“Itu binder begok! Gender maksud Gue jenis kelamin Lo!”

“Klo belum berubah sih ya cowok.”

“Gitu Lo takut sekosan ama cowok? Lo pikir Gue bukan cowok?”

“Kan Lo suka crossdress , jadi sugesti Gue Lo itu cewek dari dulu.”

“HAAAA??!!”

“Tapi kan kata senior Gue, demi kemajuan negara. Mahasiswa memang harus dilindungi. Nah ini lah saat nya Lo berkorban demi negara.” Kali ini Yukina gantian memberikan saran mulai kepada Nando.

“Lo pikir, mahasiwa sejenis hewan langka makanya harus dilindungi? Kayak kangguru gitu?”

“Mungkin sih, Gue juga gak ngerti maksud senior Gue itu apa.”

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya Nando mengizinkan adiknya numpang dikosannya sampai minggu depan dengan perjanjian makan bayar sendiri – sendiri. Bagi Yukina tidak masalah, karena dia mendapatkan kiriman uang yang cukup besar karena sudah berhasil masuk ke Universitas itu.

Advertisements

Your Thoughts?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Information

This entry was posted on July 10, 2013 by in CONTINUED and tagged .

ARCHIVES BLOG

CATEGORIES POST

  • 51,437 hits

Via Instagram

Ikut mudik ... Mudik ... Jam segini dah melalang buana dan akan kembali lagi ke Depok. 😴 Gak kebagian tempat. Karena telat trus luberrr. Kebagian dikit doang abis itu jajan 😂 Buat sarapan yang tertunda dan makan siang yang kecepetan. Brunch ya namanya ... Hellahh gayaak! #homecooking #simplerecipe Adiknya juga sedang berbunga 😆

#homegardening Cikin Wing lovers.

Menurut voting enaknya di ayam krispi trus disalut saus pedas. Tapi ntar sibayik gak bisa ikutan makan. Voting lagi, akhirnya disemur aja 😂 Tanpa sambel, mereka hanya potongan buah.

#surganyaemak2 Hanya kelapa sangrai. Nyangrainya pun ogah2an. Klo orang batak pake cara ditumbuk ya saya ngeblender aja. Judulnya sama kok, buat kuah rendang 😂

#ntahapahashtagyangtepat
Follow y u n i on WordPress.com
%d bloggers like this: